Archive for the ‘Tips Otomotif’ Category

Trik Memilih Sokbreker

Posted: January 21, 2011 in Tips Otomotif

Salah satu komponen terpenting di suspensi mobil adalah shock absorber. Seperti halnya suku cadang mobil lainnya, ketika peredam kejut rusak, tersedia pilihan komponen pengganti di pasar. Baik yang orisinal maupun aftermarket.  Beberapa merek produk aftermarket  yang dijual saat ini antara lain Kayaba, Monroe, Bilstein dan Koni.

Namun tak seperti suku cadang lain, peredam kejut aftermarket  tidak selalu lebih murah dari orisinal. Bahkan umumnya lebih mahal dari komponen orisinal, tapi ada juga yang lebih murah walau selisihnya tidak terlalu signifikan.

Di lain sisi, sokbreker aftermarket  juga tidak selalu lebih jelek. Seperti pada mobil Jepang yang umumnya menggunakan peredam kejut Original Equipment Manufacturer  (OEM) buatan Kayaba. Selain membuat komponen pengganti pesanan ATPM, Kayaba juga melepas produk aftermarket-nya ke pasar.

Peredam kejut aftermarket ini biasanya memiliki beberapa jenis produk untuk satu jenis mobil. Masing-masing jenis memiliki karakter berbeda. Ada yang keras dan empuk. Nah, masalah keras dan empuk ini bisa disesuaikan dengan keinginan dan selera Anda.

Peredam kejut yang keras akan menambah kestabilan dan manuver tapi mengurangi kenyamanan berkendara. Sebaliknya yang empuk memang memberi kenyamanan di jalan rusak, tapi mobil jadi kurang stabil khususnya saat melibas tikungan.

Nah, untuk memilihnya, sebaiknya Anda juga mengetahui jenis-jenis peredam kejut.

Jenis-jenis peredam kejut
Peredam kejut dapat dibedakan dari daya redaman yang dihasilkan dan jenis media pengisinya. Kedua hal inilah yang menentukan karakter peredam kejut.

Dari gaya redaman yang dihasilkan, peredam kejut dibedakan menjadi:

–    Single action

Pada tipe ini, gaya redam hanya ada pada langkah memanjang (rebound stroke) yang terjadi saat roda melewati lubang. Peredam kejut ini terasa lebih empuk ketika melewati polisi tidur atau gundukan. Tapi di jalan menikung yang bergelombang cenderung kurang stabil.

–    Double action

Gaya redam terjadi pada langkah memanjang dan langkah memendek (compression stroke). Langkah memendek terjadi ketika roda menginjak sesuatu yang menonjol seperti polisi tidur. Pada bantingan suspensi dengan sokbreker tipe ini memang terasa keras, tapi di tikungan atau jalan bergelombang lebih stabil.

Sedangkan dari jenis media pengisinya, sokbreker terbagi menjadi dua golongan:

–    Oli

Dengan menggunakan fluida, tabung bagian dalam pada peredam kejut terisi penuh oleh oli. Sedangkan tabung bagian luar hanya diisi oli sebagian saja. Peredam kejut tipe oli ini sering digunakan sebagai komponen standar di mobil-mobil pada umumnya.

–    Gas

Pada tipe gas, tabung bagian dalam masih terisi penuh dengan oli. Bedanya, tabung bagian luar berisi oli dan gas bertekanan. Dengan adanya gas bertekanan, oli akan tetap konstan dan bisa mencegah terjadinya busa atau gelembung udara.

Pada dasarnya peredam kejut tipe gas memiliki peredaman lebih baik ketimbang tipe oli. Tapi memang harganya lebih mahal. Kalau Anda lebih menyukai bantingan yang empuk khususnya di polisi tidur, gunakan tipe single action.  Tapi bagi yang menyukai kestabilan pada tikungan dan jalan gelombang bisa memilih double action.

Memilih peredam kejut

Ada cara yang bisa Anda terapkan untuk membedakan peredam kejut single  dan double action.  Pegang peredam kejut pada posisi vertikal. Lalu tarik dan tekan beberapa kali secara perlahan. Kemudian lakukan penekanan tiba-tiba. Bila merasa ada tahanan berarti sokbreker itu berjenis double action.  Sebaliknya jika terasa ringan berarti single action.

Sementara untuk membedakan tipe oli dan gas bisa dilakukan dengan memegang peredam kejut pada posisi vertikal. Tekan peredam kejut sampai pada panjang minimum dan lepaskan. Jika peredam kejut bergerak memanjang berarti itu adalah tipe gas, jika tidak berarti tipe oli.

Jika Anda menggunakan peredam kejut aftermarket,  selain dudukannya harus sama, yang perlu diperhatikan adalah panjang maksimum dan minimumnya. Sebaiknya panjang maksimum sama atau lebih dibanding peredam kejut standar. Sedang panjang minimum sama atau kurang dari standar.

Namun tidak semua mobil bisa dengan mudah menggunakan peredam kejut aftermarket.  Umumnya mobil-mobil Eropa seperti Mercedes-Benz cukup sulit menemui peredam kejut aftermarket  yang sesuai. Untungnya peredam kejut standar, kualitasnya sudah cukup bagus.

Enyahkan Serbuan Serangga

Posted: January 21, 2011 in Tips Otomotif

Kehadiran serangga di kabin kendaraan bisa sangat mengganggu. Selain memecah konsentrasi, munculnya serangga ini bisa menjadi indikator kebersihan kabin mobil Anda.

Menjadi pertanyaan besar dari mana asal serangga yang terlihat di kabin mobil ini? Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir Anda melakukan pembersihan interior, atau pernahkah Anda menumpahkan minuman, meninggalkan sisa makanan.

Pemicu kehadiran serangga seperti semut dan kecoa tersebut adalah kurangnya penjagaan kebersihan dan tidak rutin melakukan ritual pembersihan kabin.

Karena itu, untuk mencegah serbuan serangga yang bersemayam di kabin, Anda sebaiknya menjadikan ritual membersihkan interior sebagai kegiatan rutin.

Permasalahan yang timbul semakin kritis karena semut dan kecoa bisa bersarang di seluruh bagian kabin, termasuk di bagian yang tak terjangkau alat pembersih biasa. Ada beberapa kasus yang menunjukkan semut bisa bersemayam dan bersarang di balik door trim.  Lebih parah lagi karena kehadiran mereka itu bisa merusak sistem power window  mobil.

Apabila sudah separah itu, mau tak mau kendaraan harus diboyong ke salon mobil dan melakukan operasi besar padahal anggarannya terbilang lumayan. Tidak ada salahnya kan mengambil langkah preventif, seperti pepatah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’.

Alat dan bahan
•    Cairan pembersih (multiwash)
•    Parfum
•    Lap
•    Kuas dan sikat
•    Vacuum cleaner

Langkah-langkah pengerjaan:
1. Periksalah lantai mobil terutama di balik karpet. Lantaran pemicu munculnya serbuan serangga tersebut bisa tumpahan minuman atau makanan. Maka segera ambil langkah pembersihan.

2. Ambil vacuum cleaner dan bersihkan dari sisa kotoran.

3. Bila memang terdapat tumpahan makanan atau minuman, bersihkan dahulu dengan lap. Setalah itu semprotkan cairan pembersih ke bagian yang kotor. Diamkan sesaat hingga meresap dan bekerja optimal.

4. Agar lebih merata gunakan sikat pada bagian yang kotor tadi.

5. Gunakan lap agar cairan tersebut bisa terserap. Lakukan dengan seksama sampai lantai mobil benar-benar kering.

6. Bila memang terindikasi terdapat sarang semut atau kecoa yang mengganggu, lakukan cara yang sama dari awal. Tetapi sarang serangga mula-mula disemprotkan cairan pembersih, baru kemudian dibersihkan dengan penyedot debu. Setelah itu baru lakukan langkah nomor 3 dan seterusnya.

7. Ada kemungkinan sarang serangga berada di balik dasbor. Tapi sebelum merepotkan diri bongkar dasbor, cobalah cara berikut: stop suplai makanan bagi mereka dengan membersihkan remah-remah dan tumpahan makanan serta minuman. Jaga kabin tetap kering dan bersih. Tanpa kelembaban dan makanan, dalam satu minggu serangga-serangga ini akan mati.

Perhatian! Penyebab lain serangga bersarang
• Terjadi kebocoran di dek mobil. Bisa akibat hilangnya karet penutup air di dek atau karat yang cukup parah. Periksalah dek di bagian bawah mobil Anda, bila terindikasi ada karet penutup dek yang sudah getas segera ganti yang baru. Terlebih lagi ketika musim hujan sudah menjelang tiba.

• Cermati lubang pembuangan air AC di mobil Anda. Embun hasil kondensasi yang menetes ke kolong mobil ini menyebabkan kondisi lembab di sekitarnya, apalagi jika terjadi kebocoran. Dengan terjangan suhu panas, kelembaban dengan suhu ideal bagi serangga ini bisa mengundang kehadiran mereka untuk bersarang.

Tahukah Anda?
– Fosil kecoa tertua yang pernah ditemukan, berusia 354 juta tahun
– Serangga satu ini bisa mengakibatkan penyebaran asma, salmonella, hepatitis dan juga disentri

 

Sumber :

http://www.autobildindonesia.com

Semakin canggih sistem rem saat ini, tentu butuh minyak rem yang sanggup beradaptasi dengan rentang suhu tinggi. Maksudnya, jangan sampai kerja rem yang berat dan menimbulkan suhu tinggi di cakram terganggu gara-gara minyak yang digunakan tak sesuai spesifikasi.

Mau tahu kerjanya, tentu harus kenalan dulu dong dengan materialnya. Bahan dasar minyak rem ialah polyglycol ether, atau biasa disingkat glycol. Material ini dipercaya karena minyak rem akan bekerja di suhu panas tinggi, namun harus tetap dapat dikompresi dengan baik untuk menekan piston rem. Terpenting juga, jangan sampai merusak sil karet pada piston rem dan juga slang-slang rem. ”

Karena efeknya bahan dasar ini ialah sifatnya yang mengikat air,” jelas Peter Dionisius, product development PT. Autochem Industry selaku pemegang merek minyak rem Prestone.

Sifat mengikat air itu membuat perawatan minyak rem sangat penting diperhatikan. “Usahakan tiap 20 ribu km atau paling lama 1 tahun sekali ganti, atau kuras minyak rem ,” wanti Taqwa SS, pemilik bengkel Garden Speed di bilangan Cilandak, Jaksel.

Jangan hanya berpatokan pada warna saja. Walau di tabung minyak masih terlihat jernih, bisa jadi jeroannya sudah kotor, termasuk minyak rem pada sistem kopling manual. “Umumnya kotoran mengendap di bagian bawah slang rem atau yang dekat piston,” lanjut Dion, panggilan akrab Dionisius.

Mempermudah perawatan sebenarnya mudah kok. Kalau lupa kelipatan kilometer atau mungkin indikator dasbor mati. Biasakan saja kuras minyak rem tiap kali mengganti kampas rem. Kalau sampai ketinggalan juga, parah-parahnya bakal bikin piston dan jalur minyak rem berkarat. Apesnya kalau sampai rem blong.

Pertimbangan ketika membeli yakni spesifikasi DOT-nya. Rating masa kini jamaknya berada di angka DOT 3 dan DOT 4. Untuk yang bawaannya sudah memakai minyak rem DOT 3, jangan langsung asal ganti dengan minyak rem DOT 4. Walau spesifikasiya lebih tinggi, tapi belum tentu cocok dengan sistem rem masing-masing kendaraan.

“Yang kalah nanti di bagian slang dan karet-karet rem,” urai pria 38 tahun yang tinggal di daerah Tangerang ini.

Sebaliknya untuk yang bawaannya sudah DOT 4. Walau untuk keadaan darurat masih bisa memakai minyak rem DOT 3, tapi ingat kalau kinerjanya tak akan maksimal saat dipakai bekerja ekstrem.

“Setelah itu harus secepatnya diganti,” tutup Taqwa kali ini.

 

Sumber :

http://www.otomotifnet.com

Agar Fitur Elektrik Selalu Prima

Posted: January 21, 2011 in Tips Otomotif

Perkembangan sistem kelistrikan di mobil telah maju pesat. Nah, meski beberapa sistem fitur ini tidak terlalu rumit, namun perannya begitu penting untuk memberikan kenyamanan bagi sang pemilik mobil. Seperti electric window, central door lock, remote  kunci dan jok elektrik. Jika fitur-fitur ini tidak mampu bekerja optimal, kenyamanan berkendara pun akan terganggu.

Bagaimana cara merawatnya agar perangkat ini selalu primadan bebas masalah?

Electric window
Kerap disebut power window,  peranti ini berfungsi untuk membuka kaca jendela secara elektrik. Dengan bantuan sebuah motor listrik dan saklar (switch), maka fungsi buka tutup kaca semakin mudah. Terutama ketika pengemudi hendak membayar uang tol atau parkir.

Fitur auto  pun menjadi perkembangan berikutnya. Jadi, Anda tak perlu menahan switch  sampai kaca tertutup sempurna. Namun hal ini perlu dilengkapi dengan fitur keselamatan, agar tidak mencederai anak kecil.

Bila jalur kaca terhambat, maka kinerja motor penggerak akan semakin berat. Penyebabnya antara lain karet kaca yang telah getas atau dihinggapi kotoran. Jika kondisi ini dibiarkan, maka kebutuhan terhadap arus listrik akan semakin besar sehingga memungkinkan usia electric window  semakin singkat.

Kerusakan roda gigi yang umumnya terbuat dari material plastik, kerap rusak akibat hambatan pada jalur di karet kaca. Untuk itu, lis karet penutup patut menjadi perhatian agar air dan kotoran debu, tak masuk ke dalam pintu.

Untuk itu, perawatan berkala perlu dilakukan untuk membersihkan rel pada jalur karet kaca. Selain itu, lis karet penutup pun perlu diperhatikan dan diganti bila telah getas atau robek. Tak ada salahnya, debu yang kerap menempel pada lis tersebut turut dibersihkan agar tidak membuat baret pada kaca kendaraan.

Central door lock
Perannya untuk mengunci seluruh pintu kendaraan dari satu saklar atau titik, merupakan fungsi dari central door lock.  Peran ini kian penting saat Anda memiliki anak kecil yang ditempatkan di bangku belakang. Dengan fitur ini, pintu dapat langsung dikunci dari posisi pengemudi dengan mudah.

Bila salah satu motor penggerak dari central door lock  tidak bekerja, maka pintu tersebut tidak dapat terkunci secara otomatis. Untuk itu, perlu dilakukan penguncian secara manual. Hal ini jelas menjengkelkan, ketika Anda hendak meninggalkan mobil di parkiran.

Jika hal itu yang terjadi, maka door trim  perlu dibuka untuk memeriksa kerusakan yang terjadi. Opsi termudah adalah dengan memeriksa sambungan kabel listrik dan mekanikal dari fitur ini. Kecuali bila seluruh motor penggerak tidak berfungsi, menandakan suplai listrik terputus dan sekering menjadi target pemeriksaan awal.

Untuk memeriksa motor penggerak central door lock  masih bekerja, Anda dapat menghubungkan langsung ketiga kabel pada motor dengan kutub-kutub di aki. Bila terjadi gerakan, menandakan motor masih bekerja.

Remote kunci
Pengembangan dari central door lock  adalah remote  kunci. Dengan remote control  ini, seluruh pintu dapat dikunci dari jarak radius sekitar 3 meter dari mobil. Alhasil, peran anak kunci pun menjadi begitu minimal atau hanya digunakan ketika remote tidak bekerja.

Umumnya, fitur ini memiliki kelemahan pada jaringan frekuensi tertentu. Bila kendaraan berada dekat menara pemancar, kadang remote menjadi sulit bekerja. Selain itu, melemahnya baterai di remote, juga menjadi kendala kedua.

Bila hal ini yang terjadi, Anda dapat mendekatkan remote  ke bagian dasbor pengemudi. Sebab umumnya receiver remote berada di bawah dasbor pengemudi.

Selain sebagai remote  kunci, fungsi alarm kerap disematkan dalam fitur ini. Bila mobil anda disematkan oleh alarm aftermarket,  pastikan sambungan antar kabel menempel sempurna. Pasalnya, alarm sering berbunyi sendiri akibat bersinggungan dengan bodi mobil atau sambungan yang tidak menempel sempurna.

Jok elektrik
Di beberapa mobil, peranti ini telah menjadi kelengkapan standar. Baik untuk mengatur maju mundur bangku, juga ketegakan sandaran. Semua ini digerakan oleh motor penggerak atau dinamo.

Seperti electric window,  peran roda gigi menjadi penting. Debu yang melekat, terutama di kolong jok dapat menyebabkan kerja motor penggerak menjadi lebih berat.

Bersihkan secara berkala rel penggerak setiap sebulan sekali. Dan Anda dapat meminimalkan debu yang masuk dengan membatasi bukaan tutup pintu dan kaca.

Spion elektrik
Pengaturan posisi kaca spion, kini dapat diatur dengan mudah oleh pengemudi dengan fitur spion elektrik. Meski peranti ini jarang sekali rusak, namun tak ada salahnya untuk selalu menjaga kebersihan dari motor spion. Pastikan air tak terperangkap di dalam usai mencuci mobil. Lumasi dengan grease  semprot agar pelumasan gerakan motor tetap terjaga.

 

Sumber :

http://www.autobildindonesia.com

Masih seringnya frekuensi curah hujan di beberapa daerah di Tanah Air, termasuk Ibu Kota membuat sebagian pemakai mobil merasa was-was. “Kalau mobil kena hujan terus apa enggak bahaya remnya?,” tanya Anita Widjaja, pengguna Hyundai Getz di Jakarta kepada OTOMOTIF.

Karyawati perusahaan sekuritas ini sempat panik saat melintasi genangan air yang cukup tinggi beberapa waktu lalu. Mitos yang lama beredar, jika perangkat rem kena air, apalagi hingga terbenam seluruhnya dikhawatirkan kinerja pengereman akan menurun.

“Kalo tergenangnya berlangsung lama, kinerjanya tentu berkurang walaupun sedikit, tapi musti diantisipasi juga  dengan mengurangi kecepatan,” jelas Solikhin, service manager Suzuki Cempaka Putih, Jakpus.

Lebih lanjut, pria yang berkantor di JL. Letjend. Suprapto, Jakpus ini mengingatkan fungsi rem yang utama adalah untuk memperlambat laju. Jadi, semakin tinggi kecepatan saat melintasi genangan, semakin berkurang pula kinerja pengeremannya.

Solikhin juga mewanti untuk tetap memperhatikan komponen rem seperti piringan dan kanvas . Karena komponen piringan dan kanvas selalu berhubungan, jadi dengan kinerja normal sebenarnya sudah mengikis air. Begitu juga adanya lubang ventilasi diyakini dapat mempercepat dingin dan efeknya menambah daya rem.

Lalu, selama sil atau selang di sistem pengereman masih rapat, tidak perlu khawatir air akan menerobos masuk. “Dalam kondisi kerja keras, rem kena banjir engga ada masalah, karena sistem pengereman sebenarnya dirancang untuk segala kondisi,” ujar pria berkumis tipis ini meyakinkan.

Kemudian tentang paham bahwa menginjak pedal rem berulang kali alias ‘dikocok’ ketika melintasi banjir, sebenarnya tidak mempengaruhi kinerja rem menjadi lebih pakem secara signifikan. “Yang sewajarnya saja,” senyumnya menambah keterangan bahwa pengaruh banjir ke kinerja pengereman sedikit sekali dan sifatnya hanya berlangsung sesaat, selebihnya fungsi rem akan normal kembali.

Biasanya, kasus seperti ini kerap terjadi pada mobil-mobil yang masih mengandalkan rem model teromol khususnya. Karena kecenderungan setelah melintasi genangan atau sehabis melibas banjir, air dapat mengendap di permukaan dalam teromol.

Menyebabkan efek rem nyelonong seketika, walaupun hanya berlangsung sesaat. Di teknologi rem cakram, kasus seperti ini jarang ditemui. Sebab bentuk rem cakram itu sendiri yang tidak memungkinkan untuk menyimpan air.

Nah, kalau persepsi piringan rem cakram akan melengkung ketika terkena air saat suhunya panas, “Tidak berpengaruh, disc tetap utuh,” pendapat  Pragito, workshop head KIA Mobil Sunter, Jakut.

Menurut pria humoris ini, piringan cakram sudah dirancang punya kisi-kisi yang berfungsi sebagai rongga yang bertujuan untuk mendinginkan atau menstabilkan suhu perangkat rem. Besarnya disc bergantung dimensi dan bobot mobil yang telah diperhitungkan pabrikan.

“Disarankan tetap melakukan pengecekan kondisi rem, baik mengganti minyak rem secara berkala hingga memperhatikan ketebalan kampas,” wanti Pragito.

 

Sumber :

http://mobil.otomotifnet.com

Ban itu bukan makanan yang bisa busuk atau kadaluwarsa. Memang di dinding ban ada minggu dan tahun produksi, tapi tidak ada tanggal expired layaknya makanan kan.

Tapi jangan semena-mena main asal pasang, ada beberapa syarat supaya ban layak pakai tanpa mengurangi kenyamanan dan faktor keselamatan di jalan.

“Ban diberi kode produksi untuk tracing kualitas misal nilai kebulatan ban sampai material yang terpakai (Gbr.1),” jelas Zulpata Zainal, tire evaluation PT. Bridgestone Tire Indonesia. Bahkan Bridgestone bisa tahu tanggal dan grup yang membuat, shift berapa sampai nama personil yang memproduksinya.

Tujuannya tentu supaya informasi tentang ban tersebut lebih jelas apabila sampai ada cacat produksi untuk menjaga kualitas ban tetap maksimal. “Selama kondisi ban layak pakai, paling penting indikator TWI di dinding ban tidak kurang dari 1,6 mm,” terang Zulpata.

Cuaca tropis Indonesia memang berpotensi mengurangi usia pakai ban kalau tata cara penyimpanannya tidak diperhatikan dengan benar.

“Tendensinya 3 tahun karet ban bisa mengeras atau retak, selama tidak rusak ban masih bisa saja dipakai,” ulas Slamet Praptono, technical support dari PT. Multistrada Arah Sarana, pemegang merek Achilles. Nah perhatikan yuk bagaimana syarat ban layak pakai termasuk cara menyimpan yang benar.

Selama ban dalam kondisi terpasang di pelek alias terpakai, pertama cek tekanan angin sudah sesuai yang direkomendasikan masing-masing pabrikan.

Gunanya untuk menyakinkan keausan tapak ban rata dan tidak ada kerusakan di sekitar tapak ataupun dinding ban, termasuk bead atau bibir ban yang menempel di pelek. Seandainya bocor, yakinkan cara penambalan sudah dikerjakan dengan cara yang betul.

Jadi, selama tapak ban masih tebal dan kondisi ban masih sesuai syarat tersebut, walau usia ban lebih dari 5 tahun, jangan ragu pakai ban lagi.

Punya ban lebih dan pingin investasi ban, kenapa tidak? Maksudnya kalau lagi ada uang lebih dan mau stok ban di garasi aman, tinggal atur saja cara penyimpanan yang benar. Kalau terpasang di mobil dan ingin ditinggal lama, isi tekanan angin lebih dari yang direkomendasikan.

“Jangan disimpan terlalu lama di luar ruangan dengan permukaan tanah atau rumput yang mudah terkena hujan atau terik matahari langsung,” wanti Zulpata lagi.

Paling benar sih pasang ban di pelek dengan tekanan angin initial alias 44 psi, lalu taruh dalam posisi berdiri di dalam suhu ruangan , usahakan tidak terkena matahari langsung dan tidak terkena cairan kimia. Seandainya tak ada peleknya, tetap taruh ban dan posisi berdiri dalam ruangan yang sama.

Jangan gundah kalau apes punya garasi sempit hingga posisi berdiri tidak memungkinkan lagi. “Tumpuk maksimal 10 ban dan rotasi urutan ban secara berkala (Gbr.4),” ucap pria yang berkantor di daerah Karawang, Jabar ini. Hal ini untuk menjaga jarak antara bagian bead sisi luar dengan bagian dalam tetap sama. Jadi nantinya ban tinggal pakai tanpa khawatir.  (mobil.otomotifnet.com)

Sering kan lihat warna di kap mesin belang bagai kena jamur besar. Perubahan warna tersebut selain karena mobil terlalu sering dibiarkan terkena cuaca panas dingin ekstrem, juga bisa diakibatkan panas mesin yang membuat warna bodi lebih cepat berubah.

Solusinya mudah kok, tinggal pasang saja berbagai jenis peredam yang banyak beredar di pasaran onderdil mobil.

Salah satu yang ingin dicoba mobil.otomotifnet.com yaitu peredam Extreme Mat yang sudah berbentuk potongan sesuai tulangan kap mesin (Gbr.1).

Supaya cat di permukaan kap mesin awet, tahan temperatur tinggi jadi keharusan. Tahan air dan antidebu statis bikin peredam model ini lebih awet dipakai untuk jangka waktu lama.

“Materialnya terbuat dari foam yang lebih tahan debu dan air,” jelas Andrie Wijaya, installer Bassindo audio di Jl. Raya Kelapa Gading Boulevard Blok WA2 No.5, Jakut.

Hanya bahan foam-nya sedikit berbeda dari kebanyakan bahan sejenis yang mudah rontok. Pun karena bobotnya ringan, pastinya tidak akan membuat beban berlebih pada kap mesin.

Membuktikan bagaimana peredam ini tahan air, coba direndam dan diperas di dalam air untuk melihat apakah ada air yang terserap. Hasilnya, Extreme Mat cukup diseka dengan lap kering untuk menghilangkan air tanpa ada air yang terserap (Gbr.2).

Pun begitu ketika dicoba disemprot dengan air bertekanan tinggi. Air langsung terbuang tanpa tersisa, hasilnya peredam tidak lagi lembab dan otomatis lebih tahan kerusakan.

Intinya, saat pemasangan bagian dalam kap mesin harus bersih dari kotoran supaya lem peredam dapat menempel maksimal (Gbr.3). Karena lebih tahan panas, material rubber jelly yang dipakai juga tak cepat luntur ataupun rontok akibat terkena perubahan panas mesin dan udara dingin secara terus menerus.

Usah khawatir juga seandainya kap telah dipasang antikarat. Lem yang digunakan sanggup menempel di berbagai jenis bidang.

Versi yang digunakan kali ini merupakan generasi awal Extreme Mat yang dijual dalam bentuk potongan jadi.

“Hanya sekarang dijual lembaran ukuran 1 x 1 m seharga Rp 250 ribu perlembar,” ujar Andrie lagi. Enaknya, karena sudah dipotong, jadi tinggal tempel saja mengikuti bentuk potongan tulang kap mesin.

Perhatikan juga ketika meratakan dengan permukaan kap mesin, tidak ada gelembung udara yang tertinggal di balik peredam supaya fungsi peredaman tetap maksimal dalam jangka waktu lama (Gbr.4). (mobil.otomotifnet.com)