Archive for the ‘Teknik Dasar Otomotif’ Category

Air Conditioner System

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Expansion Valve Evaporator
Cairan pendingin yang dikirim dari reservoir disemprotkan ke evaporator dengan valve ini. Pendingin yang telah melewati expansion valve akan diubah menjadi gas di evaporator.
Udara yang melalui evaporator didinginkan dan ditiup keluar sebagai udara dingin.
Heater Unit Pressure Switch
Panas dari cairan pendingin yang dipanaskan oleh mesin digunakan untuk memanaskan udara dari kipas. Untuk menjaga kegagalan dari sistem pendingin udara, jika tekanan pendingin terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka Magnet Clutch akan tidak difungsikan oleh swith ini
Compressor Condenser
Mesin digerakan oleh Crankcase melalui Pulley dan belt. Ini menekan pendingin, sehingga pendingin berada dalam kondisi tekanan tinggi. Pendingin yang bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi yang berasal dari compressor akan mengalir melalui condenser, dimana larutan ini akan didinginkan dan dicairkan.
Condenser Fan Receiver
Kipas ini mendinginkan Condenser. Pendingin yang dicairkan di condenser kemudian tersimpan di tempat ini untuk di salurkan ke evaporator.
Blower Unit Cooling Unit
Blower ini termasuk blower motor dan kipas. Alat ini meniup udara ke dalam ruang penumpang. Colling unit termasuk evaporator, expansion valve dan thermistor.

Electrical

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Distributor Spark Plug Alternator
Distributor menyalurkan tegangan tinggi ke busi pada waktu yang tepat. Spark plug menyalakan campuran udara-bahan bakar di dalam Cylinder menggunakan tegangan tinggi yang disalurkan oleh distributor. Alternator mengisi battery ketika mesin dinyalakan.
Battery Starter
Battery bisa diisi kembali dan merupakan sumber dari tenaga listrik ketika mesin berhenti. Starter adalah penggerak yang menyalakan

Steering

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Power Steering Pump dan Reservoir
Tekanan hidrolik ditimbulkan oleh vane pump.
Steering Gear Box
Putaran yang ditimbulkan oleh kemudi dirubah menjadi gerakan ke samping kiri dan kanan oleh steering gear box.

Tire

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Faktor dipengaruhi oleh penggunaan ban
-. Kemudahan mengontrol dan daya angkut.
-. Kemudahan mengemudi dan kestabilan.
-. Kemampuan meneruskan panas radiasi gesekan.
-. Kemampuan ketika hujan.
Kenapa ban harus dirotasi
Tekanan yang terjadi pada ban depan dan belakang adalah lain, tergantung dari beban dan kondisi jalan.
Jadwal untuk melakukan rotasi ban
-. FWD, full time 4WD (kendaraan box) setiap 5.000 km.
-. RWD, part time 4WD (tidak termasuk kendaraan box)

Suspension

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Fungsi Suspension Fungsi Shock Absorber
Suspensi punya dua fungsi : untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, dan untuk menyediakan kestabilan mengemudi. Shock absorbers bekerja untuk meredam gerakan naik-turun (membal) dari pegas.
Piston Rod Oil
Bahan yang digunakan memiliki kekuatan yang cukup untuk mendukung berat kendaraan dan meminimumkan berbagai macam gaya kejut ketika mengemudi. Oli menstabilkan akibat samping dari gerakan piston rod.

Brake System

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Brake Booster Master Cylinder Brake Pads
Mekanisme ini menambah tekanan dengan besar ke brake master  cylinder sebagai respon dari tekanan pedal rem yang dilakukan pengemudi. Ini adalah mekanisme yang merubah tekanan dari pedal rem menjadi tekanan hidrolik. Brake Pads merupakan bahan gesek tinggi ditekan ke piringan rotor.
Rotor Brake Shoe Lining Brake Drum
Rotor adalah bagian yang berputar bersama roda. Ketika pedal rem ditekan, putaran dari rotor dan roda berhenti segera. Ini adalah bahan gesek tinggi sesuai dengan permukaan luar dari brake shoe. Brake drum merupakan bagian berbentuk cylinder dimana gesekan terjadi ketika tekanan terjadi dari bagian dalam brake shoe

Automatic Transaxle

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

Torque Converter Planetary Gear Differential
Di ruang dalam Automatic Transaxle dipenuhi oleh oli (oli transmisi otomatis) dan torsi dari mesin diteruskan atau dikuatkan oleh aliran oli. Perubahan gigi terjadi karena kombinasi dari gigi penggerak, gigi yang digerakkan dan gigi pengunci. Differential mempunyai 3 fungsi:
[ Merubah arah dari daya penggerak, Mengurangi daya dari propeller shaft, Membedakan putaran untuk roda ketika membelok].

Manual Transaxle

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

 

Synchromesh Mechanism
Mekanisme ini menyelaraskan kecepatan putar dari gigi kecepatan ketika gigi ini dirubah.
Gigi 1 & Gigi 2 Gigi 3 & Gigi 4 Gigi 5
Ini adalah gigi-gigi yang memiliki torsi tinggi, digunakan untuk mulai bergerak dan berakselerasi. Gigi-gigi ini digunakan pada kecepatan normal. Gigi ini digunakan pada saat kecepatan tinggi.

 

Input Shaft Clutch Disk
Input shaft meneruskan daya dari mesin ke transmisi melalui Clutch (kopling) Ini meneruskan daya dari mesin ke transmisi.
Clutch Cover Fly Wheel
Pegas yang menempel di clutch cover menekan piringan clutch ke flywheel untuk meneruskan daya dari mesin ke transmisi. Fly wheel digunakan untuk menambah kestabilan putar disebabkan oleh beratnya, oleh karena itu ini membuat crankshaft berputar lebih stabil dan mesin berputar lebih lembut.

Air Cleaner Muffler
Part ini memisahkan debu dan sampah dari udarayang besirkulasi dengan memasang elemen di saluran masuk udara ke mesin. Muffler mengurangi tekanan, suhu, dan juga bunyi gas sebelum dikeluarkan ke udara terbuka.

Lubrication System

Posted: January 21, 2011 in Teknik Dasar Otomotif

Oil Pressure Switch Oil Pump Relief Valve
Jika tekanan oli tidak cukup ketika mesin dinyalakan, switch ini akan mengaktifkan lampu peringatan. Ini menarik oli yang berada di Oil Pump dan memompa oli tersebut ke seluruh bagian mesin. Ketika oil pump yang mengakibatkan tekanan yang berlebihan, valve ini membebaskan tekanan.
Oil Strainer Oil Filter Catatan :
Ini adalah saringan oli yang terpasang di saluran masuk oli untuk memisahkan partikel yang besar dari oli. Oli mesin secara bertahap akan terkontaminasi dengan kotoran besi dan lainnya. Oil filter akan memisahkan kotoran yang tidak diinginkan ini dari oli. Ganti oli sesuai dengan jadwal perawatan
Klasifikasi dari Oli Mesin
Klasifikasi API Klasifikasi SAE Apakah itu oli dengan multi-grade
API (American Petroleum Institue): mengklasifikasikan
oli berdasarkan kualitas.
Kualitas disusun berdasarkan alphabet. 
SAE (Society of Automotive Engineers): mengklasifikasikan oli berdasarkan kekentalan,
yang menentukan temperatur
dimana oli dapat digunakan.
Oil dengan kelas tertentu hanya berguna dalam perbedaan suhu yang terbatas.  Oli dengan multi-grade dapat digunakan untuk seluruh suhu.